ketika Alquran kita tinggalkan, apakah Alquran sedih?
ketika aku pulang dari kampus semalam
saat itu, ada yang mengusik hatiku
ketika ku melihat Alquran di atas lemariku.
Alquran kecilku, terdiam dan tertutup debu.
ku melihat dan terdiam, sudah berapa lama aku tidak membuka kitab suci agamaku
Alquran.
muncul pertanyaan itu didalam pikiranku, seolah ada yang menggedor kepalaku.
rasa bersalah itu, menggelora di hati
sejak kuliah, aku jarang memegang Alquran.
rasa takut menguasai hati.
ingatanku kembali ketika masih sd, dimana aku belajar mengaji. dari guru ngaji dan ayahku yang mengajari aku, alif, baa, taa, tsa
apakah dia kesepian ?
apakah dia merindukan untuk kubaca?
apakah dia akan menjadi pembela di akhirat jika aku membaca karena allah?
apakah alquran akan menjadi penghalangku menuju jannah?
apakah alquran akan menjadi sahabat, cahayaku di kuburan bila kubaca karena allah?
Alquran itu, dibaca, dipahami, dan di taati.
undang undang tertinggi bukan lah buatan manusia, melainkan Alquran
nb : peringatan ini untuk diriku dan teman teman yang membaca ini, agar kita tidak lupa dengan membaca, memahami, dan meyakini Alquran.
saat itu, ada yang mengusik hatiku
ketika ku melihat Alquran di atas lemariku.
Alquran kecilku, terdiam dan tertutup debu.
ku melihat dan terdiam, sudah berapa lama aku tidak membuka kitab suci agamaku
Alquran.
muncul pertanyaan itu didalam pikiranku, seolah ada yang menggedor kepalaku.
rasa bersalah itu, menggelora di hati
sejak kuliah, aku jarang memegang Alquran.
rasa takut menguasai hati.
ingatanku kembali ketika masih sd, dimana aku belajar mengaji. dari guru ngaji dan ayahku yang mengajari aku, alif, baa, taa, tsa
![]() |
| Alquran sumber : https://alfakhriyyah.files.wordpress.com/2009/06/al-quran.jpg |
apakah dia kesepian ?
apakah dia merindukan untuk kubaca?
apakah dia akan menjadi pembela di akhirat jika aku membaca karena allah?
apakah alquran akan menjadi penghalangku menuju jannah?
apakah alquran akan menjadi sahabat, cahayaku di kuburan bila kubaca karena allah?
Alquran itu, dibaca, dipahami, dan di taati.
undang undang tertinggi bukan lah buatan manusia, melainkan Alquran
nb : peringatan ini untuk diriku dan teman teman yang membaca ini, agar kita tidak lupa dengan membaca, memahami, dan meyakini Alquran.

Terima kasih sudah mengingatkan kembali lewat tulisan ini.
BalasHapussama sama mas, ini juga untuk diri sendiri. karena saya juga kurang membaca alqurannya hemm :)
Hapuspostingan yang mencerahkan,Terimakasih sudah mengingatkan :)
BalasHapusya mbak #devinaputri. saling saling mengingatkan aj :)
Hapus